Pages - Menu

Saturday, March 15, 2014

Build a New Moment


Hai :)


Kali ini Nay cuman mau ceritain sedikit "momen baru" yang kami bangun lagi. Ya gak bermaksud apa - apa sih, cuman mau ngebagi aja. 
Semoga menginspirasi :)

 Hari ini hari Jumat, biasanya setiap jam setengah empat sore dia latihan flagfootball bersama teman – temannya.
Namun, beberapa hari sebelumnya, kami menyusun rencana dengan baik apa saja yang akan kami lakukan berdua di hari Jumat.

Pagi, kayak biasa, dia jemput Nay di kosan.
Abis dijemput, basketan di lapangan basket kampus (Fasor).
Terus, temenin Nay beli makanan di tempat biasa kita makan.
Abis itu dia kelas agama, Nay balik ke kosan.
Abis kelas, dia jemput Nay terus nemenin dia latihan flagfootball.
Trus, nemenin dia tanding CS.

***

Well, yang terjadi di hari Jumat malah seperti ini:

Paginya dia emang jemput Nay ke kosan.
Terus kita basketan.
Aku yang “bisa dikatakan” trauma dengan bola basket berusaha untuk menghilangkan semua traumaku. Terakhir kali aku basketan, kira – kira 5 tahun lalu. Aku gak mau lagi berurusan dengan bola basket karna kepalaku kena lemparan bola basket.
Ternyata aku gak terlalu bego’ basketan.
Bego nya cuman mendribble tapi masih melihat bola.
Untuk tekniknya lumayan lah.

Dan dia mengajariku cara – cara bermain basket.
Gini loh Nay, kalo ngedribble bola, pandanganmu lurus ke depan, jangan liet bolanya,”
Aku begitu mengingat setiap kata yang dia ucapkan, dan juga caranya mengajariku bermain basket.

Bukannya memainkan bolanya, yang ada aku malah nge-dance di tengah lapangan. Aku mendengar dia mengomel gak jelas karna aku ngedance, bodo ah yang penting enakan ngedance :3

Dia juga mengajariku teknik melempar bola ke ring.
Aku selalu mengeluh “Nay ga bisa” dan sejenisnya. Dan lagi – lagi aku diomelin karna aku belum mencoba tapi udah ngomong gak bisa. Well, akhirnya aku nyoba tips dari dia.
Awalnya gagal, tapi aku coba lagi dan lagi. Di lemparan keempat akhirnya bola masuk ke dalam ring.

***

Dia duduk di pinggir lapangan dan sibuk berkutat dengan BB nya sedangkan aku masih penasaran dengan beberapa lemparanku yang gagal menyentuh ring.
Walaupun lapangan sedikit basah, aku masih menikmati permainanku yang belum se-pro dirinya.

Sesekali, aku ngedance ketika kakiku menginjak genangan air dan dari kejauhan aku mendengarnya mengomeliku. Tapi aku membalas omelannya dengan sebuah senyum cengengesan.

***

Hari semakin terik dan aku mulai jenuh. Dia memanggilku untuk duduk di sampingnya.
Aku berjalan menujunya, dan duduk disampingnya.
Dia mengajariku cara mendribble lagi.

Aku mendengarkan setiap kata yang terucap dari mulutnya, dan sesekali aku menatapnya.
Ternyata, perasaanku begitu nyaman ketika melihatnya.

Dia pun berdiri, sambil mencontohkan ucapannya. Aku memperhatikan setiap gerakannya, sesekali aku tersenyum melihat tingkahnya itu.

Beberapa kali dia mencoba three-point  tapi bolanya gak masuk ke ring. Aku terkadang tertawa melihatnya yang kesal. He’s such a cute boy :$

***

Setelah basketan, dia mengantarku membeli sarapan di tempat biasa kami makan. Setelah itu dia memarkirkan mobilnya di tempat biasa. Dan aku makan makanan yang biasa aku pesan, dan dia memakan bekalnya.

Makanan kami habis, dan kami pun pergi ke tempat yang gak asing bagi kami, yaitu tempat jadian. Sepanjang jalanan itu kami bercerita tentang awal pertemuan kami. Sesekali aku dan dia tertawa. Dan ternyata, gak lama lagi dia ada kelas. Dia pun mengantarku ke kosan. Dia janji akan menjemputku seusai kelasnya. Ada rasa sedikit kecewa namun aku akan menuruti kemauannya. Sesampainya dikos, aku pun tidur dan dia masuk kelas.

***

Aku terbangun karna HP ku berdering keras. Aku menjawab telepon yang ternyata dari dia. Dengan kondisi mata perih aku membalas omongannya di seberang sana sambil sesekali memejamkan mataku. Telepon ditutup, dan aku pun berjalan menuju kamar mandi.

Aku telah bersiap – siap, dan dia pun menjemputku.

Aku menanyakan maksud Pmnya, “wah :$”
Dia pun menceritakan yang terjadi.

Aku fikir, setelah kelasnya usai, dia jadi nemenin ibunya pergi. Ternyata, gak jadi. Nay cukup kesal karna sebenarnya sekitaran jam setengah satu Nay kebangun dan sempat ngebaca BBMnya. Tapi karna mata Nay masih ngantuk, ya Nay lanjut tidur lagi :3

Karna Nay nya tidur, dia pun pergi ke jurusan.
Biasanya, dimana ada Allvin disana ada Nay, begitu juga sebaliknya.

Tapi, kebanyakan anak – anak cewek nanyain Nay ke Allvin.
Dan Allvin diajak ngobrol sama salah seorang cewek di jurusan.
Makanya dia bikin PM “wah :$”

Gak lama setelah itu, dia disuruh ke salah satu mall di kota ini dan makan siang. Well, gak jadi nonton N4S dianya malah makan :3

***

Aku pun menemaninya bermain flagfootball. Awalnya aku gak paham kenapa mereka cuman lari – larian sambil ngelempar bola tenis. Ternyata dia bermain ‘latihan fisik’. Sesekali aku melihat dia tertawa sama teman – temannya, dan itu cukup membuatku tersenyum senang.

Waktu latihan, aku melihatnya kepleset dua kali, dan caranya kepleset kayak anak kecil. Well, I must say it was so cute. Cara jatohnya itu kayak anak kecil makanya gemesin. Dia pun menghampiri Nay yang duduk di pinggir lapangan, sambil bilang “Nay, celanaku kotor. Tadi aku kepleset disana”. Ya aku sebagai cewek gak ada masalah untuk ngebersihin celananya yang kena lumpur.

***

Latihan flagfootball selesai. Aku masih nemenin dia kemanapun dia ingin ditemani. Dan hari semakin gelap. Aku dan dia ke jurusan, untuk melihat persiapan lomba CS (Counter Strike) yang akan dia ikuti.

Setelah dia membaca situasi, dia pun minta ditemani beli minuman. Ya Nay temenin beli. Abis itu balik lagi ke jurusan, dan dia temenin Nay makan di salah satu tempat duduk di depan kelas jurusan. Kami pun duduk berhadapan.

Dia memperhatikan Nay makan. Sesekali bercanda, dan terkadang membahas hal yang cukup serius. Dan entah kenapa bahasan itu cukup membuatku susah menelan makananku. Aku menghabiskan makananku dan dia menoleh ke arah lain.

Kami mulai membahas hal yang cukup serius. Dan entah kenapa, setiap ada ucapannya yang membuatku sedih, aku gak bisa nahan diri untuk gak nangis. Iya, Nay cengeng. Tapi Nay gak mau dia mikir kalo dia bakal kehilangan Nay atau akan ada orang lain yang ngegantiin posisi dia di hati Nay. We don’t know how’s next, dan aku masih sayang dia. Aku masih butuh dia. Dan dia masih seseorang yang begitu spesial di hidupku. Aku gak peduli kalau ada orang yang lewat disamping kami, bahkan melihatku nangis. Bahkan dia cuman bisa bilang “Nay jangan nangis..” ke aku. Ya aku gak papa. Cuman ya, ternyata sakit kalau bahas hal seperti itu.

***

Gak lama abis aku sama dia ngobrol, ternyata tim CS nya mau tanding. Dan aku menemani dia main. Untung aja Inyas bawa SLRnya, seenggaknya Nay ada kesibukan selama dia main CS.

Tim CSnya ribut banget, padahal baru test play. Dan ya, aku cuman bisa senyum kalau liat dia seneng. Dan gak lama setelah itu, pertandingannya dimulai. Aku melihat tim CSnya main dengan santai tapi serius. Sesekali aku mendengar guyonan dari masing – masing mereka. Aku yang memegang SLR Inyas gak mau melewatkan momen itu. Sesekali aku mengambil foto mereka yang sibuk dengan game itu.

Ternyata, timnya Allvin menang dengan perolehan 5-1 padahal mereka gak ada persiapan yang begitu matang sebelumnya. Congrats, Dear! Congrats, Fearless!

Semoga next battle Fearless menang lagi :)
Buat Allvin, thanks for build our new moment :)
And don’t ever stop to make it together!

Surabaya, March 15th 2014
About 6PM

From Nay to Allvin
From Boo to Bii
From Pooh to TED
From Dedek to Mas
With LOVE

No comments:

Post a Comment