Hai~ :)
Kali ini aku cuman nge blog asal, gak penting. Haha.
Aku gak akan maksa kamu untuk baca apa yang aku tulis di blog ku,
tapi aku rasa semuanya impas dengan apa yang aku rasakan sekarang.
Well, enjoy it ;)
***
Hal menyebalkan sekaligus menyedihkan yang aku gak suka dari diriku adalah
ketika logika tidak bisa mengalahkan ego.
Aku rasa hal itu merupakan hal yang menyedihkan yang menjadi bagian dari hidupku.
And it was so hard to change it.
***
Cewek mana sih yang gak khawatir kalau cowoknya gak
ngasih kabar lebih dari 5 jam???
Apalagi, pembicaraan terakhir si cowok ke ceweknya
seperti ini, “aku mau dugem,”
Aku berusaha menghubunginya dengan cara mengiriminya
pesan singkat. Oke, aku tau kalo orang clubbing ga bakalan terus megang HP. Tapi,
aku menghubunginya 3 jam setelah sms terakhirnya masuk ke HPku.
Perempuan mana sih yang gak khawatir kalau pacarnya
gak ngasih kabar??
Oke, kamu gak mau menghubungi pacarmu.
Setidaknya, “yakinkan” pacarmu kalau kamu “baik –
baik saja”, ngerti!!
Ada kalanya seorang perempuan menghadapi titik
jenuhnya ketika si laki – laki tidak memberi kabar kepadanya untuk kesekian
kalinya.
Tau, yang aku rasain sekarang??
KARENA KAMU GAK KASIH KABAR APA – APA, SAMPAI
SEKARANG AKU GAK BISA MEJAMIN MATAKU UNTUK ISTIRAHAT PADAHAL BESOK MASIH ADA
UAS. NGERTI???
Aku berusaha gimana fisikku bisa pulih seperti
biasanya, namun yang terjadi apa?? Pikiranku ke kamu terus, takut hal buruk
terjadi ke kamu.
HEI!
Aku bukan cewek pada umumnya yang kalo cowoknya
ngilang gitu aja trus ceweknya lepas tangan.
NGGAK!
Aku punya tanggung jawab tersendiri untuk diriku dan
kamu.
AKU KHAWATIR!!!
AKU TAKUT KAMU KENAPA-NAPA!!!
NGERTI GAK SIH?!
Can’t you imagine if what I scared about become
true???
Can you make me feel so “okay” then???
Surely, not.
***
It was so easy to lie again, but you don’t have to do so to me because I am NOT your mom and I know what will you do then!
“Ada tuh orang
yang minggu lalu ngomong ke aku, mau usahain buat satnight sama aku soalnya
cuman hari ini aku bisa satnite. Kenyataannya? Lebih milih dugem haha. Yaudahsih.”
Perempuan itu gak marah, dia kecewa.
Hari yang seharusnya bisa dia habiskan bersama
pacarnya, tapi disia-siakan.
Padahal, sudah lama perempuan itu menginginkan “satnight”
bersama pacarnya. Dan selama 5 bulan (Feb’14-Jun’14), CUMAN ADA satu kali satnight. SATU loh ya, bukan dua, tiga,
atau bahkan lebih dari itu. Karena tanggal 21 Juni, perempuan itu sudah kembali
ke kampung halamannya dan takkan bertemu si laki-laki selama ±45 hari. Dia cuman mau menggunakan kesempatan itu sebelum dia pulang. Udah, itu tok. Kalo abis gitu mau non-stop clubbing, terserah. Itu diluar kendali si perempuan itu.
“Tiap satnight macet.”
Lagi – lagi, bukan cuman kecewa yang dirasakan si
perempuan itu, dia sedih. IYA, sedih. Sedih karena dia dikasih “angin surga”
tapi dia gak dapat surganya bahkan dihempaskan ke bumi lagi.
Sekarang apa? Yang bisa dia lakukan hanya menunggu
kabar dari si laki-laki, berharap dia baik – baik saja padahal kondisi si
perempuan itu agak buruk karena sakitnya kambuh. Dia seperti itu karena
pikirannya terus ke si laki-laki itu dan yang hanya bisa dia lakukan sekarang yaitu
menahan sakitnya agar dia bisa mendapatkan kabar dari si laki-laki itu walau
dia tau dia butuh istirahat yang cukup.
Harus beberapa kali lagi perempuan itu menangis agar
kekecewaan dan kesedihan yang dia rasa berangsur berkurang atau bahkan
hilang???
Bukannya dia lelah menghadapi semuanya,
Tapi dia merasa kalau apa yang dia lakukan untuk si
laki-laki terlalu sedikit bahkan buruk sehingga dia mengalami dan mendapatkan
kejadian yang seperti itu...
Perempuan itu bukan perempuan yang cengeng,
Dia masih bisa bangkit walau harus terjatuh ratusan
kali,
Dia masih bisa tertawa walaupun harus menangis
berkali-kali lagi,
Dan dia masih bisa tersenyum walau matanya sudah
tidak bisa memancarkan kegembiraan.
Perempuan itu tegar kok,
Mau bagaimanapun perlakuan si laki-laki terhadapnya,
Dia akan menyayangi si laki-laki itu hingga Tuhan
yang memisahkan.
And that girl is me,
Nay.
Surabaya, June 15th 2014
About 5AM
From the strong and also the broken one,
Nay
No comments:
Post a Comment